Peternakan Sapi Australia
Sapi di Australia banyak terdapat di daerah Australia
Utara, sepanjang pantai, dan daerah pedalaman. Curah hujan di Queensland (Australia
Utara) tinggi, sehingga ketersediaan rumput melimpah, sedangkan rumput tumbuh
subur di daerah pedalaman yang kelembabannya lebih tinggi. Ternak yang terdapat
di pedalaman yang kering terkadang harus dipindahkan karena ketersediaan rumput
yang kurang. Sebagian besar manajemen pemeliharaan di Australia menerapkan sistem
ekstensif, dimana ternak sapi diliarkan sepanjang hari di lahan penggembalaan (padang rumput) atau yang dikenal dengan
istilah paddock. New South Wales, Victoria, Tasmania, dan di Australia
Selatan, sapi potong dipelihara dalam skala kecil dan digabung dengan
pertanian.
Ada
beberapa industri peternakan yang ada di Australia yaitu Lakefield,
Auvergne, Pigen hole, Cave Creek dan Victoria river downs. Peternakan sapi potong dan sapi bakalan di Australia
dipisah, sapi-sapi tersebut dikelompokan menjadi kelompok indukan,
pejantan, betina, dan siap jual. Keuntungan
dari pengelompokkan ternak tersebut adalah dapat meminimalisir biaya
pakan dan terjadi grazing rotation. Grazing rotation dilakukan
untuk memanfaatkan rumput dari paddock lain serta memberi waktu rumput
di paddock lain untuk tumbuh sehingga tidak terjadi kekurangan pakan. Industri peternakan di Australia menerapkan sistem
pemeliharaan seperti :
1.
Diternakkan secara alami (natural grassfed)
Australia
memiliki
iklim yang bagus,
teknologi industri yang canggih,
dan sistem pemeliharaan yang terjaga sejak sapi
lahir hingga siap ekspor. Sapi dibiarkan bebas memakan rumput yang kaya karoten dan bebas pestisida.
Keuntungan
menggunakan sistem ini adalah
menghasilkan daging yang rendah lemak, bertekstur lembut, lebih kaya
rasa, dan lebih sehat karena bebas bahan kimia.
2.
Grainfed
Grainfed
yaitu ternak
sapi diberi makan rumput alami (grassfed) hingga berusia 6 bulan. Setelah
itu, sapi digemukkan dengan pemberian pakan khusus berupa aneka biji-bijian seperti canola meal, wheat, canola oil, dan
berbagai jenis gandum untuk menghasilkan
daging berkualitas baik, tinggi protein, rendah karbohidrat, kaya serat, dan
rendah lemak. Sapi yang sudah
memasuki periode grainfed digemukkan
di feedlot.
Proses pemberian grainfed di feedlot berkisar antara 100 - 400 hari, tergantung
kualitas daging yang diinginkan. Semakin lama periode grainfed, maka daging
yang dihasilkan akan semakin bagus dan lezat. Kelebihan dari sistem ini adalah
tingkat keempukan daging lebih
baik, sebaran otot yang merata, dan kandungan omega 6 yang tinggi.
3. Food safety
dan traceability system
Sistem
ini berguna untuk
menelusuri dan mengidentifikasi asal-usul ternak, lokasinya, hingga gerakan
sapi secara terpadu agar kualitas sapi terkontrol sejak awal. Traceability
system diterapkan dengan cara memasang sebuah chip pada telinga sapi sejak sapi
baru lahir. Chip akan terus terpasang di telinga hingga sapi siap dipotong. Dengan teknologi ini, setiap sapi yang
tidak sehat bisa diindentifikasi melalui gerakan atau lokasi sapi berada.
Sistem penggemukan sapi potong yang
digunakan di Australia ada 2, yaitu cattle
feeder dan feeder cattle. Cattle feeder merupakan peternakan yang
hanya melakukan usaha penggemukan tanpa ada usaha sapi bakalan. Feeder cattle merupakan peternakan yang
melakukan usaha khusus produksi anak sapi calon penggemukan. Peternakan yang
menggunakan sistem feeder cattle
tidak menggemukkan anak sapi tetapi menyiapkan anak-anak sapi tersebut untuk
dijual.
Sapi
yang diternakkan dengan baik dan
dinyatakan siap ekspor akan dibawa ke tempat pejagalan (abattoir). Salah satu
tempat pejagalan ternama di Australia adalah Harvey Beef. Harvey Beef menerapkan sistem
pemotongan hewan yang canggih dan terjaga kebersihannya. Perusahaan ini
menguasai ekspor daging sapi ke Jepang, Korea, Taiwan, Timur Tengah, Amerika,
dan Indonesia. Keunggulan lain dari Harvey Abattoir adalah
memisahkan areal proses pemotongan sapi secara halal dan non halal. Sapi yang
dipotong secara halal dilakukan dan disaksikan moslem representative, dan
dibuktikan dengan sertifikat halal. Sapi
yang ukurannya sangat besar tidak akan memungkinkan disembelih secara Islam, oleh karena itu sapi ini akan langsung
dikategorikan sebagai
sapi tidak halal. Penyembelihan
non halal dilakukan dengan cara menembak sapi tepat di bagian
dahinya. Sapi yang dipotong secara halal disembelih lehernya menghadap kiblat, dan
diproses sesuai syariah Islam. Sapi
yang disembelih secara halal usianya berkisar antara 8 bulan – 1 tahun dengan rata-rata bobot
mencapai 150 kg.
Proses
pengulitan
dan pemotongan daging menggunakan sistem conveyor belt (rel berjalan).
Sapi dikaitkan secara menggantung dengan posisi leher di bawah sehingga lebih
mudah dikuliti dan menjaga higienitas proses pemotongan sapi
karena sapi tidak menyentuh lantai sama sekali.
Setelah dikuliti, sapi dipotong setiap bagiannya, sedangkan
jeroan sapi akan dikeluarkan
lalu dipotong, dan dikemas tersendiri di sebuah
ruangan khusus agar tidak tercampur dengan bagian daging yang lain. Daging
sapi yang sudah dipotong, langsung dikemas dengan plastik vakum tanpa dicuci dengan air terlebih dahulu karena proses pemotongan dilakukan dengan higienitas tinggi
dan menghindari daging
terkontaminasi bakteri. Proses pengemasan daging dilakukan secara
otomatis melalui sebuah mesin berjalan
dengan metal detector guna mendeteksi material lain
yang mungkin menempel pada daging. Metal detector ini salah satu prosedur yang wajib dilakukan untuk menjamin food safety. Metal detector akan berbunyi jika daging sapi yang melintas ternyata
membawa kotoran atau bahan lain yang dapat membahayakan konsumen. Daging
sapi siap ekspor seluruhnya dikemas secara vakum, dibekukan, dan langsung
diekspor. Pembekuan daging dilakukan untuk mencegah pertumbuhan bakteri merugikan
sehingga kualitas daging tetap terjaga baik. Harvey Abattoir sedikitnya
memproses hingga 3 ribu ekor sapi
per hari. Semuanya terkontrol dengan baik, higienis, dan
memastikan daging dalam kondisi terbaik sampai ke konsumen.

Komentar
Posting Komentar